Sep
30
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 30-09-2005

Aku ga tau apa ini pantes disebut a life time achievement ato ngga.

Sekitar hari Rabu (28/9) ato Kamis (29/9) kemarin, aku melakukan hal yg tdk pernah aku lakukan selama hidup. Nyeberangin Jl. Sudirman tapi ga lewat jembatan penyeberangan!

Ririn, temen sekantorku, bilang klo itu termasuk salah satu achievement yg pernah kubuat selama hidup dan kayaknya ga perlu diulang lagi. "Gila loe!" kt Ririn. Emang sih, agak sedikit gila. Pas aku ceritain ke papa dan mama, mereka cuma bisa geleng2 kepala.

Hal gila ini aku lakukan gr2 sore itu, mungkin sekitar pukul 18.00 Wib (masih jamnya three in one) i’ve got to get hurry to my 1st office. Sore itu, aku baru dari my 2nd office di daerah pintu satu Senayan. Tiba2 entah kenapa, aku mendadak males bgt ngeliat jembatan penyeberangan yg di dpn lapangan soft ball Senayan. Tau sendiri, panjang bgt (meskipun ga sepanjang jembatan penyeberangan di depan Plasa Semanggi-Polda Metro). Apalagi, jembatannya yg landai, gr2 halte Busway, membuat perjalananku makin lama n makin capek.

Akhirnya, muncul ide di kepalaku gimana klo nyebrang aja tp lewat bawah. Soalnya, ada space kosong di kawat pembatas Jl.Sudirman yang letaknya kira2 di depan gedung ABDA (tepat di seberang pintu satu Senayan dan sebelah Graha Niaga). Aku pikir, "Wah, berarti bisa dilewatin nih."

Setelah celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan, jalanan sepi karena masih three ini one dan akhirnya… "Berhasil, berhasil, berhasil. Hore, hore, hore!" Aduh, hal ini bener2 memacu adrenalinku. Bayangin, hal ini ga pernah ku lakukan dan bayangin jg klo aku mesti melewati dua jalur busway. Tau sendiri, busway jalannya kayak org kesetanan, mentang2 dia punya jalur sendiri. Huh… (sori Bang Yos!)    

Tapi, aku janji, ini hal pertama dan terakhir yg pernah ku lakukan. Tapi, ini cuma penggenapan aja kok. He he he. Soalnya, dulu aku pernah nyebrang di Jl.Thamrin deket Bunderan HI, tapi ga lewat jembatan penyeberangan yg di depan Hotel Nikko. Soalnya, waktu itu lagi ada demo. Jd, aku mesti liputan. Boleh dong…

Dulu, aku pernah liat ada tiga org cowo coba2 nyebrang di Bunderan HI. Dan ternyata, ketangkap basah sm petugas Tramtib. Dan, akhirnya mereka disuruh push up 20 kali di bawah videotron Bunderan HI. Hua ha ha… Ga profesional!

Intinya, aku cuma mo bilang, "Guys, don’t try this at home!"

Sep
30
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 30-09-2005

Hari ini, BBM (bahan bakar minyak) resmi naik. Jalanan sepi, supir angkot pada mogok, ongkos angkot dah pada naik padahal Sutiyoso belum ngeluarin SK kenaikan tarif angkutan di Jakarta. Kemarin, aku sempet ngobrol ama Ketua Organda om Herry Rotty. Dia sih ngakunya dah ngimbau semua supir angkot dan pengusaha angkutan untuk ngga naikin tarif angkutan secara otomatis (nunggu keputusan Sutiyoso dulu maksudnya-Red.) dan ngga mogok. "Saya sudah bilang sama awak angkutan dan pangusaha angkutan untuk ngga mogok dulu. Kita kasi kesempatan gubernur seminggu untuk membahas kenaikan ini. Tapi kalau sampai seminggu ini ngga ada keputusan juga, kita mogok," kata om Herry.

Tapi, td pagi, aku di-sms-in mba Lusi (sekretaris PP di kantorku), dia bilang ga bs ke kantor hari ini gr2 supir angkot pada mogok. Aku janji, klo hari ini aku mo ngasi surat keterangan sehat dari dokter buat dia untuk ngelamar di BPK. Trus, pas tadi aku ke warung aku denger orang2 pd ngomel, masak ongkos Patas 6 jurusan Kp.Rambutan-Grogol dah dinaikin sepihak dari Rp1.700 jadi Rp3.000. Gile bener.

Aku cerita ke mama, dan mama seneng bgt denger supir angkot pada mogok. "Biar tau rasa tuh SBY! Seenaknya aja dia naikkin harga BBM. Sapa suruh nyoblos SBY pas pemilu!" kata mama tadi pagi (sambil masak loh).

Yah, siapa yg bisa disalahin. Tp sukur juga sih, pas pemilu kemaren aku ga nyoblos siapa2 meskipun aku nongkrong di TPS nya Pak Harto di Jl.Cendana dari pagi ampe penghitungan suara selesai (ampe sore kali ye…). Sampe2 ibu2 yg jd ketua KPPS di Cendana nanyain, "Mba, ga ikut nyoblos? Wartawan kan boleh nyoblos dimana aja. Silakan mba," kata si ibu (aku lupa namanya). "Tp, males ah. Aku ga mau ikut2an pemilu. Aku ga mau ntar merasa bersalah kalau suatu saat pemimpin yg aku pilih ngambil keputusan yg ga populis seperti yg dilakukan SBY sekarang," pikirku.

Ntar siang aku mo kantor, mo nulis berita soal dana kompensasi BBM. Aku dah niat, ntar klo kondektur bus Patas 6 minta ongkos Rp3.000 aku bakal aduin ke Dinas Perhubungan! Biarin aja, biar mereka pusing! Soalnya, kemarin aku jg sempet ngobrol2 dgn Wakil Kepala Dinas Perhubungan yg baru, Pak Urip Pristono. Aku dah minta no hp nya dan ntar tinggal sms. Soalnya, kemarin dia dah janji klo Pemprov DKI bakal nurunin bus bantuan kalo angkot pada mogok.

Oiya, BBM naik, harga2 kebutuhan pokok pasti naik. Aku jadi inget kemarin pas mo makan di Pondok Gurame, Max (Warta Kota) cerita klo dia disuruh redakturnya nyari besaran gaji PNS yg eselon dua ke bawah. Kayaknya sih mo dibandingin dengan kebutuhan sekarang yang pasti naik akibat harga BBM naik (bener ga Max?). Trus dia bilang begini," Gua mau nyarinya asalkan kesejahteraan gua juga diperhatiin. Klo ga, ya udah, gua ogah." Bagus juga tuh idenya. Kayaknya aku perlu niru nih. He he he…

Sep
30
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 30-09-2005

The professor of a university challenged his students with this question. "Did God create everything that exists?" A student answered bravely, "Yes, he did". The professor then asked, "If God created everything, then he created evil. Since evil exists (as noticed by our own actions), so God is evil. The student couldn’t respond to that statement causing the professor to conclude that he had "proved" that "belief in God" was a fairy tale, and therefore worthless.

Another student raised his hand and asked the professor, "May I pose a question? " "Of course" answered the professor. The young student stood up and asked, "Professor does Cold exists?" The professor answered, "What kind of question is that?…Of course the cold exists… haven’t you ever been cold?" The young student answered, "In fact sir, Cold does not exist. According to the laws of Physics, what we consider cold, in fact is the absence of heat.

Anything is able to be studied as long as it transmits energy (heat). Absolute Zero is the total absence of heat, but cold does not exist. What we have done is create a term to describe how we feel if we don’t have body heat or we are not hot."

"And, does Dark exist?", he continued. The professor answered "Of course". This time the student responded, "Again you’re wrong,Sir. Darkness does not exist either. Darkness is in fact simply the absence of light. Light can be studied, darkness can not. Darkness cannot be broken down. A simple ray of light tears the darkness and illuminates the surface where the light beam finishes. Dark is a term that we humans have created to describe what happens when there’s lack of light."

Finally, the student asked the professor, "Sir, does evil exist?" The professor replied, "Of course it exists, as I mentioned at the beginning, we see violations, crimes and violence anywhere in the world, and those things are evil."

The student responded, "Sir, Evil does not exist. Just as in the previous cases, Evil is a term which man has created to describe the result of the absence of God’s presence in the hearts of man. After this, the professor bowed down his head, and didn’t answer back.

The young man’s name was ALBERT EINSTEIN.

Sep
27
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 27-09-2005

Aku baru nyelesain nonton 24 episode film Desperate Housewives (DH) dalam waktu tiga hari. Hue he he. Kalo ditanya, mau jadi siapa diantara kelima istri2 yang ada di film ini, kayaknya ga bgt deh. Kasian, sedih, bego.  Apalagi endingnya, ga ada yang enak, ga kayak di cerita2 negeri dongeng.

1.Mary Allan–mati bunuh diri dengan cara menembak kepalanya gara2 ga kuat nyimpen rahasia (selama 15 tahun-Red.) kalo dia udah ngebunuh ibu kandung dari anak angkatnya.

2.Bree Van De Kamp–ditinggal mati suami yang terkena serangan jantung. Gimana suaminya ga stres punya istrinya perfeksionis banget. Sampe2 pas suaminya udah kena heart attack, dia mash sempet2nya rapi2 dulu, beresin tempat tidur. Dasarrrr!

3.Gabrielle Solis–mantan model terkenal yang harus ditinggal suaminya karena sang suami harus menjalani masa tahanan selama delapan bulan. Dan yang paling tragis, dia sedang mengandung anak hasil selingkuhannya dengan tukang kebun yang bekerja di rumahnya. Huh…

4.Laynette–ibu dari empat anak (banyak banget.hare gene masih banyak anak???) yang pada akhir cerita suaminya dipecat dari pekerjaannya gara2 terbakar rasa cemburu pada rekan sekantor suaminya (mantan kekasih suaminya sebelum menkah dengan Laynette-Red.). Akhirnya, sang suami memutuskan untuk jadi a full-time father buat keempat anaknya and guess what, Laynette terpaksa jadi tulang punggung keluarga.

5.Susan Mayer–Janda (cerai) beranak satu yang harus menerima kenyataan bahwa anak dari kekasihnya (Zachary) adalah seorang paranoid. Zachary juga menderita gangguan kejiwaan akibat pernah melihat ibu kandungnya dibunuh oleh ibu tirinya (Mary Allan-Red.) sekitar 15 tahun yang lalu. 

Sep
27
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 27-09-2005

Katanya Vina Panduwinata, September itu bulan yang ceria. I don’t think so… Soalnya, bulan ini, aku memulai suasana kerja baru. Biasanya (1,5 tahun) kerja di harian yang menguras seluruh energi ku setiap hari, deadline setiap hari, pulang larut malam setiap hari, dan stress setiap hari. Sampai2, suka bingung bedain lagi stress ato ngga.

Tau sendiri, yang namanya majalah bulanan itu deadline nya cuma sekali dalam sebulan. Berita yang dikejar cuma dikit. Bisa dibilang, dalam seminggu aku cuma dua atau tiga hari nyari berita ato wawancara. Dulu, setiap hari nyari berita dan wawancara. Kaget juga sih…

Jadi inget waktu baru jadi mahasiswa dulu. Hari pertama kuliah, aku marah2 sama mama. Loh kok? Yup, aku emang ga mau kuliah di Medan, apalagi di USU. Sori, buat yang anak USU. Tp suer,aku paling benci klo mesti kuliah di Medan yang apa2 mesti pake duit. Huh…

My first day at campus. Bangun pagi2, sarapan, minum susu, ambil tas, pake sepatu dan berangkat ke kampus. Sampe di kampus, banyak temen, tapi dosennya ga dtg! Sebel, bete! Aku langsung ngacir pulang ke rumah trus marah2. "Tuh kan, mama sama papa ngapain nyuruh2 aku kuliah di sini. Kan aku dah bilang, aku nganggur aja dulu setahun ini, bimbingan lagi, biar bisa kuliah di Jawa!" kataku waktu itu.

Gimana engga, di sekolahku dulu (SMA Sutomo-Red.), setiap murid sekolah dari pagi ampe sore. Trus malam hari dilanjutin les. Dan itu beralngsung setiap hari selama tiga tahun. Ga cukup itu aja, setiap siswa sepertinya diwajibkan untuk cari les tambahan. Bukan kenapa-napa, soalnya sekolahku itu merupakan salah satu sekolah terbaik di Medan (till now loh…) dengan cara belajar yang agak sedikit gila. Klo ga percaya, pergi aja ke medan, tanyain sekolah Sutomo itu kayak apa.

Klo ga pake les tambahan di luar, susah deh ngikutin pelajarannya. Meskipun aku jg ga les mulu di luar. Capek bo. Apalagi pas kelas 3 SMA, les tambahan di sekolah makin banyak dan aku juga mesti bimbingan buat persiapan UMPTN. Tapi untunglah, kerja kerasku ga sia2.

Balik lagi ke kampus. Setelah puas marah2, ngomel2, mama ngomong, "Uul, dunia kampus itu ngga seperti sekolah. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih. Kalau mau cepat lulus ya rajin kuliah dan rajin belajar. Kalau dosennya ngga datang, ya begitulah resiko kuliah di universitas negeri." Heran juga sih, kenapa mama yang cuma lulus SMA bisa ngomong kayak gitu. But, that’s my mom. Great!

Tapi, percaya ato ngga, kata2 mama itu sangat memotivasi ku. Buktinya, aku megnhabiskan masa kuliah S-1 ku hanya dalam watku 3,5 tahun (bareng Sofni dong…). Aku dan Sofni jadi mahasiswa pertama yang lulus di angkatan kita.

Ya, kayakanya aku juga harus menerapkan motto yang dulu pernah aku pakai. "Aku ngga selalu mendapatkan apa yang aku sukai, karenanya aku selalu berusaha menyukai apa yang aku dapatkan."