Dec
26
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 26-12-2005

Kemanapun kita pergi, selama bulannya Natal ini, kita akan selalu mendengar
lagu-lagu Natal yang dialunkan, tetapi pernahkah tersirat dalam
pikiran Anda pertanyaan, bagaimana asal usulnya dari Notasi Musik
ini, sehingga kita di seluruh dunia dapat menikmati lagu yang sama
dengan melodi yang sama.

Di Ugarit ditemukan beberapa tulisan persegi (dari th 1400 SM) yang
menyanyikan lagu2 dalam bhs Huri, disertai sejenis notasi, tetapi
tidak berhasil untuk di tiru atau di nyanyikan ulang.

Begitu juga tidak ada kepastian apakah bangsa Ibrani mempunyai suatu
sistem notasi, memang telah di usahakan untuk menafsirkan tanda2
tekanan suara dari naskah Ibrani, sebagai bentuk notasi, tetapi
ternyata tidak berhasil, sebab tanda2 tekanan suara itu lebih
diperuntukan untuk mengucapkan daripada untuk musik, disamping itu
tanda2 tersebut merupakan tambahan yang dibuat dari karya aslinya.

Dengan tidak adanya notasi musik yang dibakukan ataupun yang bisa
ditulis, kita tidak akan bisa menyebar luaskan satu karya musik
ataupun mewariskannya ke generasi penerus. Karena adanya notasi
musik inilah, maka hingga saat ini kita masih bisa tetap menikmati
hasil karya dari Bach, Mozart maupun Beethoven.

Siapa sebenarnya pencetus ide dari notasi musik barat modern seperti
yang kita kenal sekarang ini? Pada abad ke sebelas (995-1050)
seorang rahib dari ordo Benediktin yang bernama Guido dari Arezzo
berusaha mengajarkan kepada siswa-siswinya untuk menghafal nada2
dari c-d-e-f-g-a. Karena ia sudah hafal dan sudah akrab di
telinganya dengan "Ut Queant Laxis", lagu Kristen mengenai
rasul Yohanes, maka ia menciptakan alat mnemonis:

UT-queant laxis
RE-sonare fibris
MI-re gestorum
FA-muli tuorum
SOL-ve pollutis
LA-biis reatum
Sancte Iohannes

Suku kata asli dari kata2 ke enam ungkapan ini telah bisa dijadikan
nama nada: ut, te, mi, fa, sol, la. Hingga saat ini kita masih
menggunakan sistem ini, hanya untuk kata UT telah dirobah menjadi DO
dan setelah La masih ada tambahan Si.

Guido dari Arezzo inilah yang membebaskan ketergantungan manusia
pada abad sebelumnya daripada tradisi oral yang turun menurun
diwariskan. Karena adanya nada notasi musik inilah maka umat manusia
sekarang ini bisa memiliki harta simpanan yang sangat besar berupa
ratusan ribu karya musik mulai dari karya musik yang berat, sampai
ke lagu2 yang sederhana s/d simfoni2 yang rumit

Melalui notasi ini pulalah, musik mulai bisa ditulis dan diajarkan
dari lembaran musik, teori musik pun bisa di ikuti melalui notasi
dengan mana lebih mudah untuk mempelajari sebuah lagu maupun
intrument dari musik, dan mulai saat itu pula polifoni (lebih dari
satu irama yang bisa dimainkan bersamaan) begitu juga dengan
menciptakan keharmonian dalam nada musik maupun lagu.

Dari sekolah Notre Dame di Paris terciptakan motet. Motet adalah
awal harmoni empat bagian - soprano, alto, tenor dan bas.

Yang menjadi pertanyaan saya, kenapa lagu2 Natal hanya indah untuk
dinikmati menjelang saat2 Natal saja, setelah itu rasanya jadi
hambar tidak seindah itu lagi, bahkan tidak dapat menyentuh perasaan
kita lagi, tidak ada bedanya dgn lagu2 pop lainnya ?

Dec
13
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 13-12-2005

Sumber: KapanLagi.com

Bahan: 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100% Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1 botol kasih sayang murni.

BUMBU: 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus doa, 2 sendok teh telpon-telponan, Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang.

Tips: - Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. - Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.) - Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan. - Gunakan Kasih sayang cap"IMAN, HARAP & KASIH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Cara Memasak: - Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni. - Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata. - Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta, merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta - Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan semua bumbu di atas. - Kue siap dinikmati.

Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan. Selamat mencoba, dijamin semuanya halal koq !, Selamat menikmati dari ‘love’ bakery’