Aug
31
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 31-08-2006

Jam di tanganku udah menunjukkan pukul 11.58 WIB. "Heran, kok udah jam segini belum ditelpon juga," pikirku. Soalnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pihak Magister Management Universitas Indonesia (MMUI), biasanya selalu nelpon sebelum jam 12 siang. Kecuali, si Metro TV, selaku yang punya hajatan, dua minggu yang lalu, ngasi kabar gembira itu sekitar pukul 16.00 WIB.

Aku mulai cemas nih, "Kayaknya ga diterima deh." Akhirnya, aku mutusin buat nelpon temen-temen peserta The Scholar Indonesia yang lain. Orang pertama yang aku telpon:Pupi.

Dugaanku benar. Pupi dah ditelpon sejak tadi malam oleh pihak MMUI. Dia keterima masuk 10 besar buat The Scolar Indonesia. Gitu juga dengan Uci. Memang sih agak sedikit gimana gitu. Soalnya, udah telanjur jauh sih ikut testnya. Mulai dari 100 besar, trus masuk 40 besar, trus 20 besar. Dan ternyata, gagal deh masuk 10 besarnya. "But it’s ok lah. Mendingan, daripada gagal masuk Surga. Tul ga?" ujarku dalam hati. Sebenarnya sih ini cuma upaya menghibur diri aja. He he…

Oya, buat temen-temen yang belum tau. Aku ikut seleksi The Scholar Indonesia. Seperti namanya, hadiahnya tentu aja beasiswa S-2 di MMUI. Lumayanlah. Kalo dapat, mungkin rasanya bakal sama kayak menang undian Rp150 juta.

Nah, tanggal 16 Agustus 2006, aku ngirim lamaran ke Metro TV. Trus tanggal 19 langsung ditelpon dan aku dinyatakan lolos masuk 100 besar dari sekitar 900 orang pelamar gitu deh. Trus, tanggal 23 Agustus tes potensi akademik (TPA) di UI. Dari 100 peserta itu, diambil 40 orang peserta aja untuk test interview in English. Yang interview tentu aja dari pihak MMUI dan Metro TV. Aku dapet Pak Irawan (MMUI) dan Kania Sutisnawinata (anchor-nya Metro TV).

Ada yang lucu dan sangat memalukan dari interview ku itu. Coba bayangin, ampe 40 besar, aku masih nggak ngeh kalo jurusan S-2 yang ditawarin itu ya management semua. Namanya juga S-2 di MMUI. Nah, waktu aku ditanyain mau ambil jurusan apa, aku jawab aja denga singkat dan bego, "Jurnalistik."

Bodohnya! Mana ada jurusan jurnalistik di MM!!! Dasar!!! Trus mereka nanya lagi, jadi kamu mau ambil jurusan apa dong? AKu jawab lagi, "Komunikasi massa." Duh, mungkin tuh orang pengen jitak gua kali ya. Sambil mikir, nih orang bego bgt sih??? Dengan sebelnya, si Pak Irawan bilang gini, "Uli, ini itu Magister Management. Ga ada yang namanya komunikasi apalagi jurnalistik!"

Phew… Saat itu aku baru menyadari kebodohanku. Huh, malu-maluin aja. Mana, di-shoot ama kamera lagi kebodohanku itu. Rasanya pengen bumi terbelah dan aku turut nyemplung di dalamnya. Tapi sayangnya nggakkkk!!!!

Selesai interview, aku udah pasrah aja. "Yah, kalo management mah ogah. Soalnya, berdasarkan pengalaman, nilai ekonomiku sejak SMA nggak pernah bergerak jauh dari kisaran angka 3, 4, dan 5," pikirku lagi.

Besoknya, tanpa disangka dan tanpa diduga, aku ditelpon sama pihak MMUI. Kata mereka aku lolos masuk 20 besar. Ajaib! Tepatnya, MIRACLE. Aku sempet bertanya-tanya dalam hati, "Serius nih, Tuhan?"

Nah, tanggal 30 Agustus kemarin, seleksi terakhir untuk masuk 10 besar. Seleksinya ada 3. Pertama, diskusi panel, trus psikotes (lagi!), dan terakhir interview (lagi!) dengan psikopat. Eh salah, maksudnya psikolog. Dan akhirnya…aku ga lolos.

Ga papa deh. Ga masalah. Mendingan dari sekarang ga lolosnya. Soalnya, kalo lolos 10 besar. Mesti dikarantina selama 2 minggu. Can you imagine? Gimana caranya izin dua minggu ama pemred? Trus gimana lagi kalo ternyata aku gagal dapat beasiswanya dan dipecat dari kantor. Oh, No!!!

Oya, for you know, beasiswa itu cuma untuk satu orang aja. Jadi, dari 10 orang yang dikarantina itu cuma 1 yang bakal dapat full scholarship. Aduh, kasian deh… Tapi yang terpenting dari semuanya, aku dapat pengalaman dan kenalan baru. Dan yang paling penting lagi, aku bakal nongol di TV! He he

Temen2, jangan lupa ya. Ntar tanggal 1 Oktober 2006, nonton acara The Scholar donesia di Metro TV jam 19.00. Met nonton…