Dec
29
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 29-12-2006

Hari ini aku produktif sekali. Mulai dari download tiga games dari yahoo, main YM sama k’Lita (curhat-when i fall in love) trus ganti cursor dengan lope-lope *_*, trus mainin games yang baru ku download tadi, trus jalan2 ke plaza semanggi, trus makan, trus… Gila! Ini sih namanya makan gaji buta!

Ya, salah sendiri. Orang sepertiku kalo nggak dikasi kerjaan ya bengong. Tulisanku dua-duanya dah selesai. Yang satu ditulis sama Pak Keith. Thanks Pak Keith! Happy birthday to you. Bule yang satu ini emang baik bgt. Waktu aku ngasi artikelku yang tiga halaman itu, dalam hitungan jam dia berhasil men-translate into English. Ya iyalah. Bule gitu loh! Soalnya, kalo aku yang terjemahin, bisa sehari semalem. Itu juga kalo nggak males. Trus, yang satu lagi, ku tulis sendiri. Tapi karena, rekanku bersedia untuk men-translate-nya into English, ya BAGUS! (*sambil ngacungin dua jempol*)

Sebenarnya sih ngantuk banget hari ini. Apalagi pas abis makan siang tadi. Menunya? Not bad. I love my mom. Thanks for the lunch, mom! Thanks juga buat A’a Kresna yang sudah bersedia menraktirku beli cap cay, meski agak sedikit dengan paksaan. Yah, cuma Rp5.000 kok. Ntar gajian aku ganti deh.

Trus, yang lebih menyedihkan lagi, aku ditinggal sendirian di kantor dengan sesosok manusia psycho! Ih…serem. Padahal ya, tuh manusia dua hari yang lalu berhasil membuat bibirku dower (bahasa apaan sih dower?). Abisnya, buka pintu pantry tidak dengan perasaan! Aku yang tepat berada di balik pintu dengan gelas di tangan kanan langsung terkapar di lantai dengan darah di sekujur tubuh (berelebihan!!!). Nggak kok, karena si psycho itu buka pintu tidak dengan perasaan, bibirku jadi kejedug pintu, ya dowerlah dan berdarah. Hiks…

Akhirnya, seharian aku jutekin dia. Pernyataan maafnya tak ku terima! Huh, enak aja! Kalo dia bersedia ganti bibir, aku maafin! Tapi mending ga usah deh ya. Biarlah aku dengan bibir ku yang kejedug pintu itu :-(

Balik lagi ke home alone, eh office alone. Kili nggak masuk. Tampaknya sih dia males menyambut si ikan pesut dengan tari-tarian. Demikian juga dengan Om Syakur. Ternyata, dia sedang di Roxy mencari HP Philips yang batrenya bisa tahan seminggu. Kasian deh dia. Nyari HP tuh ya yang batrenya bisa tahan lima tahun dong. Gimana sih? Masa’ cuma seminggu? Heran…

Trus, para editorku, Mas Gimbar dan Mas Heru, ke RS Pertamina, menjenguk Desi yang sedang terbaring sakit. Kasian :(

Akhirnya, Mary ngajakin aku ke Plaza Semanggi. Can you imagine? Dia pengen ke Plangi cuma buat beli J.Co satu biji. Bukan 1 lusin! Huh… Harusnya kan dia tau, antrian di J.Co itu bak ular naga panjangnya. Akhirnya, kita ke Fitness First. Mary mau fitness. Katanya sih mau ikut program body shaping. Aku? Duh, sori dori stroberi deh ya. Daripada olah raga, mending tiduran di rumah sepanjang hari. Pemalas! Emang… :)

Trus, balik lagi ke J.Co. Antrian? Masih, tetep, puanjangggg. Trus, singgah sebentar ke Centro. Penasaran. Soalnya, lagi ada Centro Big Sale. Diskonnya sih sampe 70%. Itu juga kalo pake kartu Centro Friends. Kili, aku pinjem dong kartunya… :(

Tapi, ga beli apa2 sih. Soalnya, uang di dompetku tinggal Rp11.000. aku harus ngambil duit yang banyak tampaknya hari ini. Mengingat bank tutup selama beberapa hari. ATM pasti diserbu semua orang. Jadi, daripada kehabisan duit dan gigit jari, mending tarik sekarang! Ciayoooo… It’s shopping time!

Btw, aku juga mesti beli kado nih. Soalnya, keponakanku yang lucu dan bawel, bakal ulang tahun yang ke-2 ntar tgl 1 Januari. Happy b’day my cutie Juan!!!

Ok deh. Segitu aja kali ya catatan akhir tahun ku. Happy New Year everyone. Have a nice and wonderful new year…God Bless u all

Dec
19
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 19-12-2006

Kata orang, "Life is a choice." Di Alkitab juga bilang begitu. "Pilihlah. Kehidupan atau kematian…" Biar begitu, buatku, menentukan pilihan nggak gampang. Makanya, untuk memutuskan sesuatu, aku perlu banyak masukan dan pertimbangan dari orang-orang di sekitarku, khususnya dari papa dan mama.

Semalam, pulang dari kantor, papa langsung nanya, "Gimana?" Aku mesti menarik nafas panjang untuk menjelaskannya. Bukannya males dengerin nasehat papa, tapi aku males denger kalo papa ngomong panjang lebar trus bilang, "Keputusan ada di tanganmu."

Seperti dugaanku, papa ngomong hal yang sama. Padahal, kita udah ngobrol mengenai hal ini sampe dua jam. Huh, cape deh! Padahal kan sebenarnya aku pengen diberikan keputusan. Tapi, nggak mungkinlah. Aku kan udah gede :) Bukan anak SD yang segala sesuatunya masih harus diputuskan oleh papa dan mama. Hmm…

Tadi pagi, dalam perjalanan ke kantor, tiba-tiba aku nerima sebuah SMS. Isinya begini, "Mengambil keputusan tidak usah ragu. Pilih yang terbaik untuk masa depan. Kalau masalah uang, uang sedikit bisa cukup. Tapi, uang banyak juga masih bisa (terasa) kurang."

Pengirimnya:PAPA. Emang sih, tadi pagi waktu aku lagi siap-siap mau ke kantor, aku sempet ngobrol sama mama soal ini lagi. Aku berharap, mama bisa membantuku memberikan solusi. Ternyata, mama juga sama aja kayak papa. Huh…

Aku juga bingung, apa papa dan mama yang membebaskanku menetapkan pilihan karena mereka menganggap aku sudah besar. Atau aku yang masih menganggap diriku masih kecil sehingga sulit untuk memutuskan sesuatu. Hmm… Let me think first.

Ya gitu deh, si perusahaan itu memberikanku kesempatan berpikir sampai sore ini. Will i take it or leave it? Take it for something that paid less and leave something that paid more. Bingung!!!

Tapi sebenarnya, aku termakan kata-kata ku sendiri. Soalnya, beberapa waktu yang lalu, waktu aku diinterview sama si pemred, aku bilang, "I am willing to be paid less. And for me, right now, money is not everything." Walah…

Huh… Kenapa aku bisa bilang begitu waktu itu ya? Kalo dibilang jawaban emosional, nggak juga sih. Soalnya, waktu itu si pemred bilang, "We can’t pay you as much as you got in … (sensor)." Dan pada waktu ditanya, aku dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan juga dengan akal yang sangat sehat.

This is the day. Not the pay day. Kalo pay day mah aye kagak perlu binun-binun. Pastinya bahagia banget. Sayangnya, pay day masih delapan hari lagi. Hiks :( Oh God, what should I do? Which one should I take?

Dec
06
Filed Under (Uncategorized) by bajubiru on 06-12-2006

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele. Hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya.

Sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu. Kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu. Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki. Tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya. Kata-kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele, namun baginya sangat berarti. Membuatnya aman di dekatmu.

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang. Seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya. Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki.

Apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana. Karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga. Karena kau dan dia adalah satu. Dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.